Blog Pribadi - Hazairin Tanjung

Beranda Galeria Tulisan Galeria Puisi Webmail
 
Galeria Foto Negeriku - Galeria Tulisan - Galeria Puisi
Album Foto

Tentang Blog Ini

Assamu'alaikum Wr Wb dan salam sejahtera untuk semua yang telah mengunjungi blog saya ini. Blog ini terdiri dari konten berita negeriku, tulisan saya dan juga puisi yang telah saya buat.

Baca selengkapnya...
Blog Hazairin Tanjung Galeria Tulisan Suara Tuhan Suara Rakyat
Suara Tuhan Suara Rakyat PDF Print E-mail
Ditulis oleh Bang Iin   
Sabtu, 20 Juni 2009 18:14

Bila benar adanya suara rakyat identik dengan suara Tuhan, segala kemungkinan bisa terjadi pada saat Pemilihan Presiden RI ke-7 nanti. Partai saat ini berkuasa, sehingga tidak ada sedikitpun celah bagi figur yang ingin memberikan sumbangsihnya menjadi orang No 1 di Republik ini. UU Pilpres tahun 2009 telah mematahkan semua impian bagi orang-orang yang mungkin mampu membawa bangsa Indonesia dari dunia kehidupan yang condong tidak pernah jelas.

Keinginan berkuasa, pertemanan sesaat yang penuh dengan kepentingan-kepentingan individu/kelompok/partai, banyak mempengaruhi jalannya penentuan Capres/Wacapres minggu-minggu ini. Entah mereka mempunyai hati nurani untuk menggunakan suara rakyat atau hanya sekedar mengangkat citra mereka untuk ber'pura-pura' mengumandangkan suara rakyat. Hal inilah yang paling sulit dibuktikan, karena mereka memang belum bisa membuktikannya secara nyata, mereka belum menjadi seorang Presiden...

Kondisi Rakyat Saat Ini

Telah 6 (enam) kali bangsa Indonesia dipimpin seorang Presiden, dimana setiap pergantian Presiden selalu menimbulkan gejolak yang dibuat oleh elit-elit partai itu sendiri. Barulah saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi orang nomor satu, proses pergantian Presiden mengarah menjadi lebih baik.

Namun, rakyat yang selama periode pergantian Presiden telah sempat tertanam pendidikan politik dan berdemokrasi yang melenceng dari tatanan yang diharapkan. Apakah mendidik bilamana rakyat diiming-iming dengan uang yang tidak seberapa hanya untuk ikut ber-ramai-ramai menghadiri suatu acara kampanye? Apakah mendidik bila seorang calon Gubernur, Bupati/Camat atau Lurah sekalipun mengeluarkan uang yang cukup besar hanya untuk berhasil dipilih sebagai yang disebutkan tadi? Apakah pantas calon-calon wakil rakyat juga menyiapkan uang untuk meloloskan diri mereka menjadi wakil rakyat yang katanya terhormat itu? Apakah juga manusiawi bila pemerintah memberikan subsidi bagi partai-partai yang bermain hanya untuk kepentingan mereka? Apakah memang semua harus dinilai dengan uang di Republik ini untuk sesuatu yang mengatasnamakan rakyat? Akhirnya uang yang bisa dimanfaatkan untuk rakyat di"rampok" terlebih dahulu hanya demi kepentingan mereka, padahal rakyat pada umumnya telah cukup lama menderita dengan hiruk pikuknya permainan para politikus di Republik ini.

Dan pendidikan moral seperti itulah yang membedakan rakyat Indonesia saat ini. Sebagian terpengaruh dengan permainan tadi. Sebagian ada yang sebatas menyelamatkan diri untuk bertahan hidup. Dan sebagian lagi masih ada yang bertahan dengan prinsip, hati nurani yang bersih dan tidak terpengaruh. Tapi sampai kapan?

Belum lagi peristiwa-peristiwa yang menyeret orang-orang yang tadinya dinilai baik, menduduki jabatan anti ini/anti itu, ternyata bermain dalam kebohongan-kebohongan yang tidak jelas. Akhirnya rakyat sudah sulit percaya dan tidak bisa menilai, siapa sebenarnya pemimpin yang bisa jadi panutan di Indonesia ini. Rakyat bingung, rakyat sudah mulai terkotak-kotak, bagaikan meraba dalam ruang yang gelap...

Pemimpin Indonesia

Bila menyimak semua peristiwa yang terjadi selama Republik ini berdiri, 'permainan' uang sepertinya sudah merupakan budaya yang berakar. Sejak Soeharto (alm) berkuasa, jangan coba-coba kita mengingkari kenyataan ini! Bedanya, saat Soeharto berkuasa, hanya orang-orang tertentu yang bisa bermain. Tapi sekarang, hampir semua sendi-sendi kehidupan punya "penyakit" yang sama. Dan apakah ini yang terjadi nanti, Suara Rakyat identik dengan Suara Tuhan? Tidakkah suara rakyat sudah terkontaminasi dengan perilaku pemimpin-pemimpin yang sudah sebagian dipenjarakan?

Kalau kita mau jujur, saat ini bangsa Indonesia mendambakan seorang pemimpin yang tidak menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan dirinya atau hanya kelompoknya. Dan pemimpin itu sebenarnya ada di Indonesia ini, tapi dia tidak berdaya dengan UU Pilpres yang menghambat langkahnya untuk maju.

Akhirnya, Suara Rakyat yang identik dengan Suara Tuhan akan terkubur, disebabkan Suara Rakyat tidak lagi identik dengan Suara Rakyat...

 
Komentar Anda (1)
suara tuhan sudah diperjual-belikan
1 Rabu, 24 Juni 2009 15:28
budi hari wibowo
Menjelang pelaksanaan pemilihan presiden mendatang, makin rajin saja politisi kita mengutip adagium yang sangat populer di Eropa pada abad pertengahan. Adagium itu berbunyi vox populi vox dei, yang artinya: Suara rakyat adalah suara Tuhan.
Munculnya kalimat pendek itu sebenarnya dilatari oleh kezaliman Raja Louis XIV dari Prancis (1643-1715), yang selalu berkata dengan pongahnya sampai menjadi termasyhur, yaitu: L’etat c’est moi, hukum itu adalah saya!
Pernyataan ini jelas mengandung makna bahwa dirinya identik dengan Tuhan atau dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang keluar dari dirinya, pastilah mewakili Tuhan. Maka, sebagai reaksi terhadap ekspresi itu, orang kemudian memunculkan slogan lain, vox populi vox dei.
Dalam konteks kekinian, sah-sah saja menggunakan adagium itu, khususnya di gelanggang politik, walaupun banyak pertanyaan menyangkut hal ini. Misalnya, kalau memang suara rakyat adalah suara Tuhan, apakah Tuhan ikut bersalah karena rakyat telah membiarkan Soeharto menjadi presiden selama tiga dasawarsa? Dan, apakah Tuhan ikut pula bersama rakyat saat Soeharto ditumbangkan?
Contoh lainnya, dalam sebuah pemilihan kepala desa, ketika seorang calon terpilih karena membagi-bagi uang pada penduduk, apakah Tuhan juga bisa disuap? Ketika kepala desa tersebut melakukan korupsi, apakah Tuhan bisa dipersalahkan? Tapi, biarlah itu menjadi polemik di kalangan politisi, karena tulisan ini lebih kepada penggunaan adagium tersebut dalam konteks ilmu hukum.

Beri komentar Anda

Nama Anda:
Alamat Email:
Subjek:
Komentar:
Banner
Pemenang Blog Award
Minggu I Juni 2009
Internet Sehat
 Terima Kasih kepada:
Tim ICT Watch

Galeria Berita

Pemenang Blog Award Minggu Pertama Juni 2009

article thumbnail

Jakarta - Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, bersama ini kami dari tim Internet Sehat menyampaikan bahwa blog berikut di bawah ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Seh [ ... ]


Polls

Bagaimana pemerintahan SBY-JK ?
 

Total Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini36
mod_vvisit_counterKemarin36
mod_vvisit_counterMinggu ini72
mod_vvisit_counterBulan ini384
mod_vvisit_counterTotal10759

Pengunjung OnLine

Situs ini ada 4 pengunjung online

[+]
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size